Sabtu, 14 Maret 2009

TIPS CERDAS

karya: mahadaya senja

Sebagian besar dari kita (Siswa) banyak mengeluhkan sulitnya mengatur waktu untuk menyeimbangkan diri sebagai mahluk sosial, agamis, dan intelek. Gak sempat belajar, karena pulang ke rumah membawa setumpuk kelelahan akibat padatnya kegiatan di sekolah.sesampainya, langsung” ZZzzzzssssttt…….(alias ngorok)”,etc .Ujung2nya jadi siswa yang adem ayem aja di kelas, gak ada prestasi yang membanggakan. bener gak sih? Kalau iya, ni ada sedikit tips buat kamu yang punya masalah memanage kehidupan kamu selama menjadi siswa.

  1. Sebelum masuk pelajaran, sudah siap bahan.
  2. Fokus ketika belajar, everywhere!
  3. Pilih tempat yang PW ( Ditengah/ barisan depan)
  4. Jangan salah pilih patner

Kamu orang yang suka ngobrol, duduk sebangku sama orang yang kurang lebih sama denganmu.gimana jadinya? Ya, siapa yang mau dengerin kalu gurumu ngomong, kalian berdua juga asyik masyuk ngomong..

  1. Ikut les atau bimbingan di luar sekolah untuk menunjang prestasi kamu
  2. Kerjakan tugas dengan baik
  3. Ada tugas rumah? cepat kerjakan. Jangan tunda – tunda!!!
  4. Ada rumus/hapalan?

Catat – tempel di t4 sering kamu lewati – hapalkan

  1. Jadwal belajar

20.00 – 21.00 : ngerjakan tugas2 hari ini + nglengkapin catatan

03.00 – 04.00 : belajar pelajaran berikutnya + latihan

Setiap ganti jam pelajaran : baca2 pelajaran selanjutnya

  1. Berdoa, musti!

Sob, gak ada kata terlambat untuk berubah,

Awalnya emang sulit nerapinnya. Tapi yakinlah,lama2 ini bakal jadi mudah.

Semoga tips ini bermanfaat,

Jadi siswa cerdas??? siapa Atut!!!!

maret 2009

APKAS

Karya: Mahadaya Senja

”Rin, maafkan aku yang menyayangimu. Jangan marah pada Dinda, karena dia tidak salah. Aku bahagia, walau hanya sebentar. Tapi sungguh aku bahagia. Tuhan telah berikan kesempatan aku untuk mengenalmu, untuk dapat perhatian padamu, menjadi penjaga jiwamu.”

Aku tahu ada yang berubah. Tapi aku hanya dapat bungkam. Hanya saja, kalau aku terus diam, aku tak mau itu terjadi "ih ... jijik". Semakin hatiku bertanya mengapa dia berubah, aku semakin berpikiran yang tidak-tidak padanya. "Apa dia??? Ah.. sudahlah. Jangan dipikirkan."

Siang itu badanku terasa panas. Wah ... narnpaknya aku akan demam. Hingar bingar kelas, celotehan Danu si mulut ember, hanya seperti bunyi kentut olehku yang semakin dapati tubuh ini semakin lemah.

"Rin, kenapa?" tanya Dinda

"Mmm ...tidak, ada apa” Jawabku gelagapan karena kehadirannya secara tiba-tiba.

"Bohong...., muka kamu merah. Kamu sakit ya?" tanya Dinda semakin serius.

"Ya ampun, aku tidak sakit Dindaku, sayang. Sudahlah aku sehat." Ucapku sambil mencubit pipinya.

Keesokan harinya, panas badanku belum juga turun. Batuk bersarang di tenggorokan, sakit sekali, aku jadi tak konsen belajar.

"Au ... kenapa ini? Aduh .... perutku sakit.” Tiba - tiba saja aku sakit perut. Dan au... aku makin merasa kesakitan. O... Tuhan, lengkap sudah penderitaanku. Sakit kepala, panas, dan kini di tambah lagi sakit perut. Aku hanya dapat meringkih pelan, jangan sampai ada yang tahu kalau aku sakit. Tapi aduh....., sakitnya semakin menjadi-jadi.

"Ini, minyak kayu putih, semoga dapat membantu "ucap Dinda sambil meletakkan barang itu di atas meja.

Kuucapkan terima kasih padanya ketika ia berlalu dari hadapanku. "Semoga dapat membantu", ya mungkin saja. Saat istirahat, kulihat Dinda sedang menulis sesuatu sendiri, aku menghampirinya.

”Terimakasih, kamu sangat perhatian" ucapku.

”Sama-sama. Memangnya kamu sakit apa? Lagi haid? Tanyanya.

Aku menggeleng, dan itu menjadi jawaban singkat yang tak perlu di korek lagi alasannya.

"Dinda, kemarin waktu kamu nelpon menanyakan aku sudah pulang atau belum, bibi aku bilang"Teman kamu itu perhatian sekali sih."

"Lalu kamu bilang apa?" tanya Dinda.

"Ya aku bilang, mungkin kamu memang seperti itu. Perhatian sama semua orang."ucapku.

Dinda menatapku sambil tertawa. Lalu pergi untuk menghantarkan tugasnya.

*****

Hawa malam tak begitu menggigit, tapi dingin sangat menusuk tulang. Aku menggigil di kamar sendiri, hanya sendirian. Aku tak mau merepotkan paman dan bibi. Aku tahu diri, jauh dari orang tua harus membuat aku mandiri. Maka aku harus kuat untuk melawan sakit ini.

"Tok ... tok ... tok... "

Terdengar suara pintu depan di ketuk. Aku terpaksa bangun untuk membukakan pintu, kebetulan semua sedang pergi. Setelah pintu kubuka, tak ada siapa-siapa. Aku menebar pandangan ke sekeliling halaman, dan memang tidak ada orang. Pandanganku langsung tertuju pada kantong yang tergeletak di teras. Kuperiksa, dan ternyata sebungkus wedang jahe yang masih hangat. Kupungut barang itu dan kubawa masuk kedalam. Setelah kubuka, secarik kertas jatuh dari dalam kantong itu.




Minumlah, semoga jadi lebih baik.

APKAS

Aku masuk dengan penuh kecurigaan. Semua orang aku curigai. pengirimnya cowok/cewek? Kenapa dia tahu aku sakit? Siapa si Apkas ini? Aah....dari pada aku memusingkan siapa pemberinya, lebih baik kuminum wedang jahenya sebelum dingin.

*****

Seminggu sudah aku tak berdaya. Sakitku tak kunjung pergi, membuat aku lemas di kelas. Tak ada yang tahu sakitnya aku, kecuali sapu tangan yang selalu kubawa kesana kemari, dia begitu berarti saat ini.

Namun lagi-lagi persaan ini menghantui. Aku merasa ada mata yang selalu mengarah padaku, terutama ketika aku batuk atau merebahkan kepala di atas meja. Hust... ! Aku tak boleh Su'udzon, siapa tahu dia sedang melihat yang lain.

Tapi tunggu, ada yang aneh. Ok, tatapan boleh buat orang lain. Tapi, perhatiannya? Kenapa berlebihan? Setiap kali aku sakit, dia selalu mencoba untuk memberi perhatian. Ya, mungkin dia menganggap kau sahabat. Tapi, kenapa perhatiannya lain, seperti perhatian seorang kekasih, apa jangan-jangan dia....???!!! Aku tak oleh berburuk sangka pada orang baik.

Siang itu aku tak percaya. Sebuah bungkusan berisi makanan dan minuman ada di dalam tasku. Siapa pengirimnya? APKAS, lagi-lagi dia. Kecurigaanku tertuju pada teman sekelas kupandangi satu persatu, siapa tahu aku bisa melacak siapa orang di balik ini semua. Dinda, alibiku mengatakan dia yang melakukan ini semua. Jangan-jangan Apkas itu Dinda? Habisnya hanya dia yang saat ini yang begitu perhatian dengan keadaanku. Ingin kutanyakan ini padanya, tapi aku takut, takut dia marah dan tersinggung. Akhirnya aku hanya dapat diam, terima saja semua.

Makanan, obat terus mengalir padaku. Minyak kayu putih milik Dinda selalu kuoleskan ke sapu tangan untuk membantu melapangkan hidungku yang mampet. Lalu makanannya? Tak kuketahui siapa yang memberi.

Ketika pulang les, tubuhku semakin sakit. Kepala terasa berat. Aku ingin cepat pulang. Catatanku berantakan, akhirnya aku bermaksud meminjam catatan Dinda.

"Din, pinjam catatanmu dong?"

Dinda malah cengengesan,"He..he ... he..., catatanku tak begitu lengkap. Nanti malam saja, catatannya akan kuantarkan ke rumahmu."

"Tak perlu, nanti saja. Lagi pula besokkan tidak ada pelajarannya.

"Tak masalah, aku antarkan ya kerumahmu, kalau tidak nanti sore ya malamnya."

"Din, tak usah. Aku tak begitu memerlukannya. Besok saja ketika di sekolah jangan memaksakan diri!" Ucapku

"Aku tak memaksakan diri, tenang saja, pasti antarkan bukunya. ok bos?" jawabnya memberi kepastian.

"Din, kenapa kamu begitu perhatian padaku. Kamu itu bukan siapa-siapa aku. Sudah kukatakan, tidak perlu nanti sore atau nanti malam!!! Kenapa harus memaksakan diri." Bentakku pada Dinda.

"Baiklah kalau kamu minta itu. Ya.. kau memang bukan siapa-siapa." Ucap Dinda sambil keluar dari kelas.

Sampai saat ini aku masih merasa bersalah padanya. Bodoh, kenapa aku harus mmbentak Dinda. Bicara baik-baikkan bisa? Aku memang tidak tahu diri, sudah banyak di tolong, seharusnya balas jasa, ini malah menyakitkan.

Minta maaf kerumahnya, mustahil! Sudah jam 11 malam, mengganggu orang saja. Tak lama kemudian telpon menjerit minta di angkat.

"Halo... "ucapku

"Nurin, ini Nurinkan?" tanya suara itu

"Ya, ini siapa?"

"Dinda."

"Rin, Dinda Cuma mau minta maaf atas kejadian tadi ketika les. aku merasa bersalah. Mungkin perhatian aku selama ini terlalu berlebihan. Maaf ya..."

"Aku yang seharusnya minta maaf. Aku terlalu egois. Aku tak bisa mengontrol emosi. Tak seharusnya aku membentakmu, aku tahu kamu hanyat ingin berbuat baik."

Setelah itu lama kami senyap, sama-sama diam. Tak ada yang mau angkat bicara. "Cinderella, maafkan aku" tiba-tiba suara dipenghujung telpon itu berubah menjadi suara laki-laki.

"Dinda ... kamu masih disitukan?" tanyaku

"Cinderella, izinkan aku bicara." Suara itu memotong. Suara itu bukan suara Dinda.

"Kamu bukan Dinda. Ini siapa? Mana Dinda? Kenapa kamu tahu tentang Cinderella?" tanyaku

"Aku takkan pernah melupakan panggilan buat orang yang aku sayang."

"Ini siapa?" tanyaku penasaran

”Masih ingat laki-laki yang sering bertengkar denganmu gara-gara kita sering beda pendapat saat diskusi di kelas?" tanya suara itu.

Deg. Siapa dia. Mana mungkin dia.....

"Rin, ini aku Fairuz."

Gagang telpon itu terlepas dari genggamanku setelah ku dengar nama itu. Jantungku berdegub kencang, desahan nafasku mewakili ketakutan dan ketidak percayaan.

"Din, aku tak suka main-main. Please, aku mau bicara dengan Dinda. mana mungkin kamu Fairuz, dia sudah mati."

"Izinkan aku jelaskan semua. Diam dan dengarkan, jangan matikan telponnya sebelum kamu dengar semua." Pinta suara itu

Baiklah aku akan diam, akan kudengarkan dia bicara. Tak lama kemudian terdengar tarikan nafas dalam, suara itu mulai bicara.

"Mungkin kamu tak percaya orang yang sudah mati bisa bicara dengan orang yang masih hidup. Tapi inilah aku. Sebelum aku meninggal aku memendam satu rahasia besar. Aku menaruh sayang pada seseorang, seseorang yang setiap hari jadi lawanku berdebat kusir ketika diskusi. Kasih sayangku padanya lebih dari teman-teman wanita yang lain. Entah karena alasan apa, aku berusaha menjadi orang yang selalu ada untuknya. Sayang aku tak punya keberanian untuk rasa itu, dan lebih sayangnya lagi , aku sudah lebih dulu di panggil oleh Tuhan.

Aku mati membawa penyesalan. Aku meminta pada Tuhan:

Tuhan, Andai Kau beri aku satu kesempatan akan kujaga dirinya dalam setiap nafasku. Tolong beri aku satu kesempatan lagi.

Akhirnya Tuhan kabulkan pintaku itu. Rin, kamu masih di situkan?"

"Ya ... aku masih di sini. Ta..tapi apa hubungan kamu dengan Dinda?" tanyaku menyelidiki. Sejauh ini aku masih tak percaya dengan yang terjadi.

"Aku pernah di rawat satu ruangan di Rumah sakit bersama Dinda. kami berkenalan, kita dekat, dan saling bercerita satu sama, lain. Dinda tahu tentang rasa hatiku padamu. Suatu keajaiban aku dapati kau berteman dengannya.

Kamu tahu, aku masih makin tak sanggup menyimpan semua ini ketika malam itu, setelah kalian pulang kerja kelompok, begitu tulisnya Dinda biarkan dirinya kedinginan, memberikan jaketnya untuk kau pakai. Aku merasa 3 bulan tak dapat tenang, sudah merupakan penderitaan yang berat, terkatung-katung di dua antara dunia. Aku lihat kamu juga sakit, sendirian di sini, akhirnya ku putuskan memakai tubuh Dinda, agar aku dapat melepas semua yang kutahan selama ini. Aku dapat menyayangimu seperti Dinda menyayangi temannya. Aku dapat selalu di sampingmu, walau aku hanya bisa memberikan sebatas yang aku mampu.

Rin, maafkan aku yang menyayangimu. Jangan marah pada Dinda, karena dia tidak salah. Aku bahagia, walau hanya sebentar. Tapi sungguh aku bahagia. Tuhan telah berikan kesempatan aku untuk mengenalmu, untuk dapat perhatian padamu, menjadi penjaga jiwamu.

APKAS itu Fairuz.

Aku Perhatian Karena Aku Sayang.

Tut... tut..tut...

Suara itu tinggalkan aku dengan kepedihan yang mendalam. Air mataku menderas, terisak-isak dan tak mampu kutahan. Jiwaku semakin meronta, aku temukan siapa itu Apkas, dan kenapa Dinda sangat perhatian padaku. Aku bahagia, tapi duka juga merundungku, aku kehilangan, belahan jiwa.

Keesokan harinya aku bergegas ke sekolah. Berharap temukan Dinda. tapi, aku salah. Hari ini tak ada Dinda, dan takkan pernah ada Dinda lagi yang perhatian padaku. Kabar yang sampai, mengatakan Dinda meninggal tadi malam, sakit jantungnya tak dapat di tolong.

Mataku semakin sembab. Aku di tinggal lagi oleh orang yang pernah sayang padaku. Kini, siapa lagi yang akan memberikan aku perhatian?

"Tadi malam Dinda sempat menelponku. Aku tak percaya kini dia telah pergi. Begitu cepat rasanya." Lagi-lagi aku hanya bisa menangis.

"Jam berapa dia menelponmu?" tanya Lauren, temanku.

" Sekitar jam 12 malam" jawabku

"Hah. Mana mungkin. Kamu mimpi ya.. Dinda itu meninggal jam 9. Makanya tidur itu baca doa, Ha.....ha ......”

Aku segera tersadar, keringat telah membasahi pakaianku. Aku mencoba menenangkan nafasku yang terengah-engah. ”Syukurlah." Ucapku sambil mengusap dada.

Februari 2009

Minggu, 22 Februari 2009

ular

Definisi UlarULAR (SNAKE)Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Rasanya hampir tak ada orang yang tak mengenal ular, meskipun hanya dari gambar atau fotonya.Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Akan tetapi untuk kasus-kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) perbedaan ini menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan peganganHabitat dan MakananUlar merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Di gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, dapat ditemukan ular. Hanya saja, sebagaimana umumnya hewan berdarah dingin, ular semakin jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung, di daerah Irlanda dan Selandia baru dan daerah daerah padang salju atau kutub.Banyak jenis-jenis ular yang sepanjang hidupnya berkelana di pepohonan dan hampir tak pernah menginjak tanah. Banyak jenis yang lain hidup melata di atas permukaan tanah atau menyusup-nyusup di bawah serasah atau tumpukan bebatuan. Sementara sebagian yang lain hidup akuatik atau semi-akuatik di sungai-sungai, rawa, danau dan laut.Ular memangsa berbagai jenis hewan. Ular-ular perairan memangsa ikan, kodok, berudu, dan bahkan telur ikan. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain, termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti ular sanca kembang dapat memangsa kambing, kijang, rusa dan bahkan manusia.Kebiasaan dan ReproduksiUlar memakan mangsanya bulat-bulat; artinya, tanpa dikunyah menjadi keping-keping yang lebih kecil. Gigi di mulut ular tidak memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan sekedar untuk memegang mangsanya agar tidak mudah terlepas. Agar lancar menelan, ular biasanya memilih menelan mangsa dengan kepalanya lebih dahulu.Beberapa jenis ular, seperti sanca dan ular tikus, membunuh mangsa dengan cara melilitnya hingga tak bisa bernapas. Ular-ular berbisa membunuh mangsa dengan bisanya, yang dapat melumpuhkan sistem saraf pernapasan dan jantung (neurotoksin), atau yang dapat merusak peredaran darah (haemotoksin), dalam beberapa menit saja. Bisa yang disuntikkan melalui gigitan ular itu biasanya sekaligus mengandung enzim pencerna, yang memudahkan pencernaan makanan itu apabila telah ditelan.Untuk menghangatkan tubuh dan juga untuk membantu kelancaran pencernaan, ular kerap kali perlu berjemur (basking) di bawah sinar matahari.Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil.Sejenis ular primitif, yakni ular buta atau ular kawat Rhampotyphlops braminus, sejauh ini hanya diketahui yang betinanya. Ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan (parthenogenesis).Ular dan ManusiaDalam kitab-kitab suci, ular kebanyakan dianggap sebagai musuh manusia. Dalam Alkitab (Perjanjian Lama) diceritakan bahwa Iblis menjelma dalam bentuk ular, dan membujuk Hawa dan Adam sehingga terpedaya dan harus keluar dari surga. Dalam kisah Mahabharata, Kresna kecil sebagai penjelmaan Dewa Wisnu mengalahkan ular berkepala lima yang jahat. Dalam salah satu Hadits Rasulullah saw. pun ada anjuran untuk membunuh ‘ular hitam yang masuk/berada di dalam rumah’.Anggapan-anggapan ini, bagaimanapun, turut berpengaruh dan menjadikan kebanyakan orang merasa benci, jika bukan takut, kepada ular. Meskipun sesungguhnya ketakutan itu kurang beralasan, atau lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang umumnya terhadap sifat-sifat dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh ular. Pada kenyataannya, kasus gigitan ular –apalagi yang sampai menyebabkan kematian– sangat jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus kecelakaan di jalan raya, atau kasus kematian (oleh penyakit) akibat gigitan nyamuk.Pada pihak yang lain, ular pun telah ratusan atau ribuan tahun dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh manusia. Ular kobra yang amat berbisa dan ular sanca pembelit kerap digunakan dalam pertunjukan-pertunjukan keberanian. Empedu, darah dan daging beberapa jenis ular dianggap sebagai obat berkhasiat tinggi, terutama di Cina dan daerah Timur lainnya. Sementara itu kulit beberapa jenis ular memiliki nilai yang tinggi sebagai bahan perhiasan, sepatu dan tas. Seperti halnya biawak, kulit ular (terutama ular sanca, ular karung, dan ular anakonda) yang diperdagangkan di seluruh dunia mencapai ratusan ribu hingga jutaan helai kulit mentah pertahun.Dalam kenyataannya, ular justru kini semakin punah akibat aneka penangkapan, pembunuhan yang tidak berdasar, serta kerusakan habitat dan lingkungan hidupnya. Ular-ular yang dulu turut serta berperan dalam mengontrol populasi tikus di sawah dan kebun, kini umumnya telah habis atau menyusut jumlahnya. Maka tidak heran, di tempat-tempat yang sawah dan padinya rusak dilanda gerombolan tikus, seperti di beberapa tempat di Kabupaten Sleman, Jogjakarta, petani setempat kini memerlukan untuk melepaskan kembali (reintroduksi) berjenis-jenis ular sawah dan melarang pemburuan ular di desanya.Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunya keistimewaan ada ketajaman indera mata maupun telinga. Matanya selalu terbuka dan dilapisi selaput tipis sehingga muda melihat gerakan disekelilingnya, sayangnya ia tidak dapat memfokuskan pandangnny. Ular baru dapat melihat dengan jelas dalam jarak dekat.Indera yang menjadi andalan ular adalah sisik pada perutnya, yang dapat menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya.Lubang yang terdapat antara mata dan mulut uar dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas) - organ ini biasa disebut ceruk atau organ Jacobson. Ular juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya, contohnya ular tanah memiliki ceruk yang peka sekali.Manusia sebenarnya tidak usah takut pada ular karena ular sendiri yang sebenarnya takut pada manusia. Ular tidak dapat mengejar manusia, gerakanny yang lamban bukan tandingan manusia. Rata rata uar bergerak sekitar 1,6 km per jam, jenis tercepat adalah ular mambaa di Afrika yang bisa lari dengan kecepatan 11 km per jam. Sedangkan manusia, sebagai perbandingan, dapat berlari antara 16-24 km per jam.Macam-macam UlarUlar ada yang berbisa (memiliki racun, venom), namun banyak pula yang tidak. Akan tetapi tidak perlu terlalu kuatir bila bertemu ular. Dari antara yang berbisa, kebanyakan bisanya tidak cukup berbahaya bagi manusia. Lagipula, umumnya ular pergi menghindar bila bertemu orang.Ular-ular primitif, seperti ular kawat, ular karung, ular kepala dua, dan ular sanca, tidak berbisa. Ular-ular yang berbisa kebanyakan termasuk suku Colubridae; akan tetapi bisanya umumnya lemah saja. Ular-ular yang berbisa kuat di Indonesia biasanya termasuk ke dalam salah satu suku ular berikut: Elapidae (ular sendok, ular belang, ular cabai, dll.), Hydrophiidae (ular-ular laut), dan Viperidae (ular tanah, ular bangkai laut, ular bandotan).Beberapa jenisnya, sebagai contoh:* ular siput (Pareas carinatus)* ular-air pelangi (Enhydris enhydris)* ular kadut belang (Homalopsis buccata)* ular cecak (Lycodon aulicus)* ular gadung (Ahaetulla prasina)* ular cincin mas (Boiga dendrophila)* ular terbang (Chrysopelea paradisi)* ular tali (Dendrelaphis pictus)* ular birang (Oligodon octolineatus)* ular tikus atau ular jali (Ptyas korros)* ular babi (Elaphe flavolineata)* ular serasah (Sibynophis geminatus)* ular sapi (Zaocys carinatus)* ular picung (Rhabdophis subminiata)* ular kisik (Xenochrophis vittatus)suku Elapidae* ular cabai (Maticora intestinalis)* ular weling (Bungarus candidus)* ular sendok (Naja spp.)* ular king-cobra (Ophiophagus hannah)suku Viperidae* ular bandotan puspo (Vipera russelli)* ular tanah (Calloselasma rhodostoma)* ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris)source : wikipediaArticle by : D4ve













JENIS-JENIS ULAR BERBISA
1.King Cobra / Ophiophagus Hannah
2.Black Cobra / Naja sputatrix
3.Ular Welang / Bungarus fasciatus
4.Ular Weling / Bungarus candidus
5.Ular Welang kepala merah / Bungarus flayiceps
6.Ular Cabai / Maticora intestinalis
7.Ular Cabai besar / Maticora bluircata
8.Ular Cinta mani / Trimeresurus wagleri
9.Ular Hijau / Trimeresurus albolabuis
10.Ular Hijau sumatra / Trimeresurus sumatranus
11.Ular Bungka / Trimeresurus papoerum
12.Ular Viper pohon / Trimeresurus poniceus




KING COBRA(ULAR ANANG,TEDUNG BESAR, ORAY TOTOG)

CIRI-CIRI
1.1.BADAN BERWARNA COKLAT ATAU KUNING HIJAU
2.2. PERUT KEABU-ABUAN
3.3. DAGU & LEHER WARNA JINGGA BERBINTIK-BINTIK HITAM
4.4. WARNA MATA PERUNGGU BULAT TERANG
5.5. ULAR MUDA WARNA HITAM COKLAT
6.6. PANJANG SAMPAI 6 METER

SIFAT BISA
1.1.BISANYA SANGAT KUAT
2.2. MERACUNI SARAF, JANTUNG DAN DARAH

HABITAT ULAR COBRA
1.1. BIASA HIDUP DISEKITAR SUNGAI, HUTAN, SAWAH, LADANG DAN HAMPIR DISETIAP TEMPAT
2.2. AKTIF DI SIANG HARI
3.3. BILA BERTEMU MANGSA BERDIRI TEGAK DAN LEHER DIKEMBANGKAN , DIGOYANG-GOYANG
4.4. SANGAT BERANI, TANGKAS, CERDAS & AGRESIF
5.5. MAKANANNYA ULAR LAIN, KADAL REPTIL LAIN




ular weling

Selain mematikan, bisa ular juga berdampak pengobatan. Namun sejauh ini masih dilakukan penelitian, untuk mencari dosis yang tepat dan aman. Bisa ular diujicoba untuk mencegah serangan jantung dan stroke, serta membasmi kanker dan mengobati alergi berat.
Semua orang pasti sudah mengenal dampak mematikan patukan ular berbisa. Itulah sebabnya, di banyak negara, ular berbisa dianggap musuh dan diberantas habis. Terutama di negara berkembang atau negara miskin, patukan ular berbisa seringkali berakhir maut, akibat tidak tersedianya serum anti bisa ular. Namun dibalik ancaman mautnya, bisa ular ternyata juga memiliki khasiat sebagai obat. Hal ini sudah diketahui sejak lama oleh para ahli pengobatan. Bukan kebetulan, jika lambang kedokteran adalah piala yang dililit ular. Ironisnya, sejauh ini tidak banyak yang mengenal khasiat bisa ular ini. Berbagai penelitian kedokteran terbaru menunjukan, cukup banyak khasiat bisa ular yang dapat dimanfaatkan bagi pengobatan. Misalnya saja, para peneliti di Inggris dan Australia menemukan, bisa ular dapat mencegah serangan penyakit jantung dan stroke serta mengobati penyakit kanker. Akan tetapi, penelitian yang sudah dilaksanakan sejak 25 tahun itu, belum berhasil menetapkan dosis aman dan tepat, bagi pengobatan penyakit menggunakan bisa ular. Standar farmasi yang ketat di negara maju, menghambat pengembangan obat baru tsb.
Bisa ular pencegah stroke
Tim peneliti gabungan dari universitas Oxford, Liverpool dan Birmingham yang mendapat dana dari Yayasan Jantung Inggris, kini sedang melakukan penelitian khasiat bisa ular bagi pencegahan serangan jantung dan stroke. Kedua penyakit ini, di negara maju menjadi pembunuh utama. Di Inggris saja, setiap tahunnya tercatat 270.000 kasus serangan jantung, dan separuhnya berakhir dengan kematian. Sementara jumlah kematian akibat stroke, setiap tahunnya mencapai 60.000 kasus. Tidak mengherankan, jika Yayasan Jantung Inggris membiayai penelitian pengobatan alternatif ini.
Sejak lama sudah diketahui, pada dasarnya, bisa ular dapat dibagi menjadi dua tipe racun, yakni yang disebut neurotoxin atau racun pelumpuh saraf, dan hematoxin atau racun yang melumpuhkan sistem sirkulasi darah. Bisa ular ini merupakan campuran rumit sejumlah enzym. Penelitian lebih jauh, menunjukan terdapat sekitar 20 jenis enzym beracun dalam bisa ular. Setiap jenis ular berbisa, memiliki komposisi racun yang berbeda-beda, berupa campuran antara enam sampai 12 jenis enzym. Masing-masing enzym pada bisa ular itu, memiliki fungsi khas pula.
Di garis depan, bisa ular berfungsi sebagai pelumpuh mangsa dan pembantu pencernaannya. Jadi kalau manusia yang bukan mangsa ular, dipatuk ular, itu namanya sial atau ular merasa terganggu wilayah kekuasaannya. Namun akibatnya dapat fatal. Enzym beracun dari bisa ular tidak pandang bulu, dan bekerja sesuai fungsi alamiahnya. Misalnya saja enzym proteinase, memainkan peranan utama pada pencernaan ular, dan berfungsi menguraikan jaringan kulit atau otot dalam tempo amat cepat. Jika manusia dipatuk ular berbisa, yang komponen racunnya mengandung proteinase, akibatnya jaringan kulit dan ototnya rusak dan mati secara cepat.

Sabtu, 14 Februari 2009

“TELaH kU TEMUKaN …”

Aku mungkin mereka meyebutku dengan manusia aneh..
Aku tak tahu mengapa mereka berkata seperti itu. Mungkin karena aku adalah orang yang bias dibilang miskin .. Dan tidak cantik. Tidak seperti mereka yang cantik dan menawan, yang kaya dan raya, yang indah dan mengagumkan, aku selalu ngin seperti mereka, tapi apa daya aku tak punya apa – apa . .
Tapi ah sudahlah . .
Dunia ini masih banyak ruang yang bias aku tempati bukan hanya ruang sempit ini saja..
Tiba suatu hari aku ingin untuk merubah nasib ku menjadi orang yang lebih baik dari pada sekarang, dan keinginan itu ku wujudkan, dan aku pergi menerawang waktu di kota besar bernama JAKARTA. Disini mulailah segala perjalanan hidup ku yang takku sangka – sangka.
Hari pertama aku sampai di kota besar ini aku terkaget – terkaget dan terheran – heran, kota apa ini. Dalam benakku aku bertanya apakah ini kota yang membawa aku ke dalam keterpurukkan, aku tak tahu mengapa aku bertanya seperti itu, mungkin karena aku shok melihat keadaan seperti ini. Banya preman di mana – mana. Banyakpengemis dimana – mana an satu lagi yang tak mau ketiggalan yaitu sampah . . Inilah yag tidak ada tandingannya, bagaimana tidak tigkat kependudukan ilayah disaa sangat banyak sedagkan lowongan pekerjaan aduh,, bias dibilang sangat kurang..
Hari itu aku sangat bingung, di kota yang seperti ini di mana aku harus tinggal walau hanya untuk bereduh, akhirnya aku teringat bahwa temanku mariyem ada tinggal di Jakarta seorang diri. Mungkin ada celah sedikit kamarnya untuk aku berteduh malam ini. Tapi sepertinya aku mendapatkan sial yang bertimpa – timpa pada hari pertama ku ini. Aku tak tahu dimana rumahnya mariyem. Tak berapa lama aku berjalan ada wartel yang buka pada sore itu. Untungnya aku ada menyimpan nomor handphonenya mariyem. Aku masuk ke dalam wartel itu dan mulai untuk menekan nomor – nomor yang tersedia di telephone itu. Satu demi satu nomor aku tekan dengan teliti, karena apabila tak teliti ya sudahlah aku tak punya uang untuk menyia – nyiakan uang ku kalau hanya sekedar untuk membayar salah sambung.
“Haloo..” Sambut seeorang yang ada di seberang kabel telephone ku.
“Haloo..” Sambut suaraku agar tak di matikan jaringan ini.
“Ini siapa ya?” Suara khas punya mariyem, membuatku yakin ini adalah mariyem.
“Ini Zainab..”
“Zainab mana ya?” Tanya nya balik kepadaku.
“Zainab anaka pak munir” Jawabku.
“Zainab yang anak kampung sebung itu kan?”
“Ya..Ya..”
“Eh Zainab ada apa tumben kamu nelphone aku?”
“Ini yem aku sedang di Jakarta tapi aku tak ada tempat untuk berteduh untuk satu malam ini saja”
“Oh.., jadi”
“Boleh ndak aku nginep di rumah kamu untuk satu malam ini aja”
“Hah . .”
“Gimana ya..”
“Ya, udahlah, ndak papa”
“Yang bener yem”
“Iiya”
Untung ada meriyem di sini, kalau tidak.. Ah aku takut untuk memikirnya.
Keesokan harinya aku bangun di rumah yang tak sama dengan rumah ku yang ada di kampung. Rumah yang sangat aku rindukan dan aku sayangi. Tapi kini aku harus merasa debu yang sangat kotor, yang masuk ke dalamhidugku dan menusuknya, dan membuatku kadang – kadang bersin.
Hari demi hari aku lalui tanpa mengenal lelah apalagi libur dari tantangan. Tapi aku bias menaklukkannya, hingga hari ini hari ke 32 aku ada di Jakarta ini. Dan persediaan uangku sangat menpis. Bayangin aja sudah 1 bulan aku di Jakarta tapi hingga saat ini belum ada satu pekerjaan pun yang aku dapat.
Hingga pada suatu hari aku berteu dengan seseorag yang menamai dirinya bang jack. Ya bang jack. Preman pasar yang sangat di takuti oleh para – para preman pasar yang lainnya. Mengapa ya mereka pada takut, padahalkan bang jack tidak sama sekali jahat malah dia mengajarkan ku cara bertahan hidup yang mudah dan cara mendapatkan gaji yag gampag tanpa mikul batu, tanpa ngangkat karung beras. Dan tanpa letih. Bang jack mengajarkan ku cara untuk mencopet. Ya mencopet. Pertama – tama aku sangat tak ingin melakukan halburuk ini. Tapi mau gimana lagi dari pada aku harus lagi – lagi meyusahkan mariyem, kasihan mariyem. Dia sudah teramat baik untuk membantu ku dalm menjalani hari – hari yang sulut ini.
Percobaan hari – hari pertama sangat mudah untuk aku lalui, bisa di bilang sagat mudah. Hari kedua, ketiga dan seterusnya aku semakin terbiasa untuk mencopet. Hanya tinggal mencelupkan tangan di dalam kocek atau ke dalam tas korban, lalu dapatlah aku uang yang lumayan untuk makan dan minumku sekarang. Bahkan skarang aku sudah mempunyai kamar kost sendiri, tak lagi aku numpang di kamarya mariyem.
Suatu hari, dimana aku semakin lincah untuk mencopet,aku mencopet dompet seorang laki – laki yang bisa di bilang lumayan ganteng, tapi tak terlalu ku perhatikan. Setelah sampai di rumah aku membuka dopet itu dan mengambil isi dompet itu,lalu tak sengaja aku melihat foto yang punya dompet. Setelah aku perhatikan, ganteng juga ni orang lebih dari yang aku kira pada saat aku melihatnya di bis tadi siang. Setelah aku melihat foto itu, aku tak tega melihat isi dompetnya untuk aku pakai. Sahingga aku simpan dompet itu dengan seksama di tempat yang tersembunyi tapi aku ingat dimana aku menaruhnya. Maklum di rumah kost ada banyak orang yang berseliweran. Keesokan harinya aku beraktifitas seperti biasanya dengan senag hati, aku berjalan ke tempat yang aku sebut kantor, jalan aku berharap nanti di bis aku akan bertemu dengan orang kemarin yang aku copet.
Akhirnya aku sampai di tempat kerjaku, dan seperti biasa aku akan menaiki bis yang sama pada jam yang tertentu agar tak terlalu terlihat bahwa aku adalah copet. Setelah aku berjalan menelusuri jalanan di dalam bis sambil mencari korban yang akan aku ambil duitnya. Hingga siang aku tak lagi menemui orang yang dompetnya ada pada ku. Akhirnya aku tak terlalu berharap lagi padanya. Hari ini aku hanya mendapat 1 korban saja. Dan aku memutuskan untuk pulang saja.
Sesampainya aku di rumah aku membuka lagi dompet pria tampan itu. Dan aku menemukan KTPnya, ini harapan dan jalan keluar bisikku dalam hati.
Keesokan harinya tak buang – buang waktu lagi aku langsug meluncur ketempat yang di maksud di KTP itu, tak beberapa Lama aku sampai di sana. Gerbang kompel yang amat bagus untuk penglihatanku. Aku masuk dan bertanya pada pak satpam setempat tentang rumahnya pria itu. Untungnya pak satpam itu menerima dengan baik sapaan ku.
Akhirnya aku sampai di rumah pria itu. Oh ya nama pria itu Arya Pangestu. Nama yang cukup bagus untuk ukuran ku. Aku mengetuk pintu rumah itu dan pura – pura bertanya, dan salah alamat. Tak berapa lama pria itu keluar dan menyambutku dengan ramah, oh syukurlah ia tidak tahu kalau selama ini dompet nya yang memuat segalanya itu ada padaku.
“Maaf benar ini rumah pak Suwono,” Tanyaku dengan asal saja tanpa difikirkan sebelumnya.
“Oh pak Suwono, maaf ini bukan rumah pak suwono tapi ini rumah pak Yunus Sudarsono.” Jawabnya
“Hah.. Salah ya ?”
“iya mba klo rumah paksuwono yang cat pink itu yang beda dua rumah dengan rumah saya.”
“oh yang itu”
“iiya mba”
“makasih ya mas, oh ya boleh saya tahu namanya mas?”
“Namaku Arya Pangestu”
“Oh ya udahlah saya mau lagsung aja kerumah pak suwono, karena saya sudah bikin janji sama dia.”
“Baiklah kalau begitu”
“Assalamu`alaikum”
“Wa`alaikum salam” jawabnya.
Aku pun datang ke rumah pak suwono, dan lagi – lagi aku harus berbohong dengan orang tua yang satu ini. Aku beralasan sebagai guru private yang di pesan oleh baak suwono sendiri. Dan lagi – lagi entah kenapa aku benar lagi,padahal itu terjadi secara tidak aku perkirakan. Mungkin tuhan sudah menunjukkan jalan untukku agar aku bisa lancar menghadapi keadaan – keadaan yang tak terduga oleh ku.
Tak lama aku berbincang - bincang dengan pak suwono aku pun pamit pulag dari rumahnya. Kami pun berpisah di depan pagarnya pak suwono.Sesudah dia masuk aku langsung pulang dengan wajah yang berseri – seri dan melambangkan orang sedang jatuh cinta. Dasar pencopet, rupanya bisa juga kecopetan cintanya sama seorang yang kalem, halus dan ganteng.
Besok aku kembali ke kantorku dan akan menjadi pencopet lagi tapi kali ini aku tak lagi sampai malam melaikan hanya sampai siang saja. Karena aku harus mempersiapkan diriku untuk mengajarkan anak pak suwono yang masih SD itu beberapa pelajaran, salah satunya matematika, pelajaran yang sangat aku suka dari dulu hingga sekarang hanya saja sekolah ku tak selesaihinngga ke bangku SMA kelas 3 hanya sampai SMA kelas 2 saja karena tak tersedianya dana untuk aku melanutkan sekolahku hingga ke jenjang itu.
Tibalah saat untuk aku mengajar, di sela – sela aku mengajar anak pak suwono yang bernama rasti aku sambil mencari selah untuk bertanya tentang arya pangestu kepada rasti. Semua pertanyaan yang aku utarakan pada rasti di jawab oleh rasti dengan santai dan tampaknya jujur. Yaiyalah wong tuh anak masih kedil, masih lugu, masih kelas 2 SD.
Sesampainya di rumah aku merebahkan badanku dan masih terngiang – ngiang dengan apa yag dikatakan oleh rasti, yakni bahwa si arya ituorangnya pinter, dan baik hati dengan semua orang. Dan rasti mencerikan hingga hal yang sangat mengejutkan dan membuatku geli, karena menahan ketawa, rasti menceritakan padaku tentang dompetnya si arya yang hilang waktu dia pulang naik bis.
Katanya, mas arya itu baru aja kehilangan dompetnya yang baru ia beli di yogya waktu liburan yang lalu. Tapi saying hilang begitu saja tanpa ada jejak.
Aku jadi tak enak sendiri mendengar cerita rasti itu. Tapi mau di gimanain lagi nasi sudah menjadi bubur, tapi aku berjanji akan megembalikan dompetnya si arya ketika watuitu sudah tepat untuk memberitahukannya.
Besok aku sudah harus memulai hidupku lagi,adi aku putuskan untuk menyudahi hari yang melelahkan ini dan tidur untuk menglang masa 2 jam bersama rasti yang membuatku terngiang dengan ceritanya itu…..
To be contineu....

karya: Padia

BeRi aQ sEbUaH HAraPaN

WAhAi pUtRa KaU tAk tAu pEraSAaN hAtI QHaTi Q InI sAkIt LeLaH mEnUnGgU CiNtAmU dAtAnG UnTuK qKaU Tak pErNaH NgErTi aKaN pEraSaAn q InI,MuNgKiN KeRnA Kau BeLuM MeRAsaKan TuLuSnYa CiNtAApaLaGi iTu cInTa peRtAMa YANg bErTePuK SeBeLaH TanGAnaQ LeBiH MeMiLiH Kau MeMbErI q SEbUaH HarApAnDaRi pAdA sEkArAnG InI KaU TaK MeMpErDuLiKaN aQ sEdIkItPuNkAu baGaI MeNganGgAp cInTaQ tAx aDA saMa SeKALiWaLaUpUn aQ TaU SebUaH hArApAn uJuNgNyA paStI MenYaKiTkAntApI pALinG TiDaK Aq pErNaH mErAsaKaN bAHaGiA wAlAuPuN sEdEtIk dEnGaN MuTapI KaLaU KaU BaHaGiA uNtUk mEnGaNgGaP q tAk AdAAq ReLa WaLaUpUn iTu mEnYaKiTkAnKArEnA Aq InGiN MeLiHaTmU BaHaGiAAsALkAn kaU Tak SedIhkArNa KaLaU kAu bAHaGiA Aq PuN baHaGiAWaLAuPuN DiLuBuK HaTi Q yAnG PalInG DaLaM InI tErAsA sAkIt daN PeRiH

karya: Tika

Selasa, 27 Januari 2009

kenangan masa lalu
















bila nanti kita tlah hidup masing2, ingatlah hari ini.

Senin, 19 Januari 2009

DOAKU UNTUK PALESTINA (fikri)

Ledakan bom mengguncang kota
Darah bersimbah di mana – mana
Air mata tidak dapat di tampung lagi
Ayah dan ibu entah di mana

Wahai saudaraku ….
Engkau bertahan membela Islam
Sampai titik darah penghabisan
Engkau tak takut dengan Israel
Engkau takut kepada Allah


Andai aku dapat terbang ke Palestina
Aku akan terbang ke negerimu
Aku akan membantu negeri
Walau aku jadi sarang peluru

Wahai saudaraku di jalur Gaza
Kobarkan semangatmu terus membara
Membela kebenaran memberantas kebatilan

Oh,jalur Gaza…
Kenapa engkau jadi sengketa
Antara Israel dan Palestina
Apa ini sudah takdir yang kuasa